Mengupas Rencana Pembentukan Holding Bank BUMN

Mengupas Rencana Pembentukan Holding Bank BUMN
Mengupas Rencana Pembentukan Holding Bank BUMN

4 November, 2017

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menginginkan pembuatan holding BUMN yang memiliki usaha sejenis. Pembentukan holding dibagi ke beberapa sektor, antara lain jasa keuangan, pertambangan, energi, jalan tol dan konstruksi hingga perumahan.

Salah satu holding yang dikejar pembentukannya adalah holding jasa keuangan yang melingkupi bank-bank milik negara (Himbara), Danareksa, Pegadaian, hingga Permodalan Nasional Madani.

Direktur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, R Mahelan Prabantarikso mengungkapkan, pembentukan holding jasa keuangan yang rencananya dipimpin oleh Danareksa untuk meningkatkan daya saing BUMN jasa keuangan dengan perusahaan jasa keuangan lainnya. BUMN jasa keuangan juga bisa melakukan sinergi yang lebih kuat lagi dengan dibentuknya holding.

“Tujuan perbaikan kinerja BUMN kontribusi sinergi jumlah dan skala bisnis yang luas tidak saing-bersaing dan saling memanfaatkan. Dengan adanya holdingisasi, induk bisa mencarikan funding untuk meningkatkan modal,” ujar Mahelan dalam Diskusi dan Launching Buku Holding Company BUMN di FEB UI Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (2/11/2017).

Salah satu sinergi yang sudah dilakukan antar Bank Himbara adalah penyatuan ATM dengan membentuk ATM Link. Dengan demikian, seluruh nasabah Bank Himbara tidak dikenakan biaya tambahan saat melakukan transaksi di ATM Link.

“ATM Himbara ketika transaksi ATM sama tidak berbiaya. Tadinya punya pecah-pecah Bank BTN 5.000, bank lain 10.000, ketika digabung jadi satu transaksi ATM Himbara lebih murah dan layanan lebih luas,” kata Mahelan.

Selain itu, bisnis perbankan dan jasa keuangan yang tergabung di dalamnya pun bisa semakin bergeliat. Bank bisa menyalurkan kreditnya sesuai segmentasi pasarnya.

“Contohnya di bidang pembiayaan perumahan lebih bagus BTN fokus perumahan, bank lain fokus UMKM dan seterusnya. Sehingga ketika ada satu fokus terjadi konsolidasi business plan baik terjadi satu standarisasi mutu modal kuat dan ada dana murah bisa membantu masyarakat di sekitarnya,” tutur Mahelan.

Kemudian, keberadaan sumber daya manusia (SDM) yang ada di BUMN jasa keuangan juga terjamin kesejahteraannya. Pembentukan holding tidak serta-merta membuat pengurangan pegawai di masing-masing BUMN, bahkan pegawai memiliki kesempatan mencoba karir di BUMN jasa keuangan lainnya.

“Kesejahteraan bisa disamakan, ada pola career path pengalaman bertukar satu bank dengan bank lain bisa diselaraskan manajemen bisa dilakukan bersamaan,” tutup Mahelan.

sumber : https://finance.detik.com/moneter/d-3710529/mengupas-rencana-pembentukan-holding-bank-bumn?_ga=2.48915567.830131164.1509749218-1774681763.1508735758

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *